Pulauku Nol Sampah: Dari Tumpukan Sampah Hingga Menjadi Energi Baru
Pagi hari di Pelabuhan Muara Angke selalu ramai oleh lalu lintas kapal, bahkan sebelum mentari muncul di ufuk timur. Pada akhir pekan panjang, banyak warga Jakarta memilih berlibur ke Kepulauan Seribu, termasuk ke Pulau Pramuka, destinasi yang menjadi favorit. Kapal biasanya mulai berangkat sekitar pukul tujuh pagi, namun penumpang rela datang jauh lebih awal demi mendapat tempat yang nyaman. Dari sinilah perjalanan menuju keindahan Pulau Pramuka bermula. Namun, di tengah pesona laut biru, pemandangan yang tak sedap mata kerap menyambut. Tumpukan sampah terapung seolah menari di atas permukaan air. Banyak yang menganggapnya hal biasa, tetapi bagi sebagian orang, termasuk saya, kondisi ini adalah tanda masalah serius. Sampah yang mengambang akan mengikuti arus dan angin, berpindah dari satu titik ke titik lain hingga akhirnya terdampar di pulau-pulau sekitar. Di antara “penumpang tak diundang” itu, sebagian besar berakhir di Pulau Pramuka, dikenal sebagai sampah kiriman dari Jakarta....




